by

Aksi Demo Karyawan SPI di Balaikota Depok Nyaris Ricuh dengan Satpol PP

Aksi demo karyawan PT SPI di Balaikota Depok nyaris ricuh dengan Satpol PP.
Aksi demo karyawan PT SPI di Balaikota Depok nyaris ricuh dengan Satpol PP.

DepokRayanews.com- Ratusan karyawan PT Sinar Prima Indonesia (SPI) yang beralamat di Jalan Raya Parung-Ciputat, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, Kota Depok melakukan unjukrasa di Balaikota Depok, Selasa (26/6/2018),

Sebelumnya, mereka datang secara baik-baik mengadukan nasib ke Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok.

Mereka meminta dicarikan jalan keluar agar gaji mereka selama dua bulan bisa dibayarkan oleh pihak perusahaan.

Tapi karena tidak mendapat pelayanan yang baik dari pihak Disnaker Kota Depok, akhirnya mereka berkumpul di lapangan Balaikota Depok. Di situ mereka melakukan aksi demo sambil meneriakan tuntuntan mereka.

Aksi itu nyaris ricuh karena Agus Muhammad,Kasi Transmas Tibum Satpol PP Kota Depok berteriak-teriak mempertanyakan izin aksi demo itu.

“Kalian demo di sini ada izinnya ga,” kata Agus sambil berjalan menuju kerumunan masa yang berdemo.

Salah satu juru bicara aksi demo langsung mendatangi Agus. “Anda bicaranya baik-baik, jangan berteriak-teriak seperti itu. Kami datang ke sini awalnya diundang disnaker, jangan mentang-mentang anda aparat. Sopan dikit dong,” kata juru bicara itu sambil menantang Agus.

Sementara puluhan karyawan lain juga berinsut mendekati sambil meneriakin Agus yang datang sendirian dari kantor Satpol PP.

Melihat kondisi yang memanas beberapa anggota Satpol PP langsung mendatangi para pendemo termasuk Kusumo, Kabid Penertiban Satpol PP.

Agus yang tadinya bersuara lantang, langsung melunak. Suasana kemudian kondusif.

Tiga orang perwakilan karyawan kemudian diajak berunding di kantor Satpol PP.

Hilda Yanti, salah satu karyawan yang ikut demo mengatakan hingga saat ini tidak ada itikad baik dari perusahaan untuk membayarkan gaji serta Tunjangan Hari Raya (THR).

“Kami terpaksa datang ke sini karena sudah dua bulan gaji kami tidak dibayar dan THR kami juga tak dibayar,” katanya.

Sebelum datang ke balaikota. ratusan karyawan itu sudah melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan. Namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan gaji dan THR akan dibayar.

“Kami sudah muak dijanjikan tanggal sekian bulan sekian. Tapi nyatanya sampai sekarang belum ada realisasi,” kata dia.

Selama haji dan THR belum dibayar, para karyawan belum mau bekerja. “Tanggal 25 kemarin kami sudah stop kerja. Kami mau kerja jika gaji kami dibayar penuh,” katanya. Total karyawan yang bekerja di perusahaah garmen itu sebanyak 300 orang. (ris)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *