Bermitra dengan BPJS Kesehatan Sebuah Terobosan yang Baik

Sebarkan :

 
Langkah rumah sakit bermitra dengan BPJS Kesehatan dinilai sebagai terobosan yang baik.

Langkah rumah sakit bermitra dengan BPJS Kesehatan dinilai sebagai terobosan yang baik.

Depokrayanews.com- Rumah Sakit Citra Medika merupakan salah satu rumah sakit di Depok yang telah bermitra dengan BPJS Kesehatan. Rumah sakit yang resmi dibuka pada 23 september 2014 ini telah menjadi provider BPJS Kesehatan sejak Januari 2015. Hingga saat ini, rumah sakit Citra Medika telah melakukan recredensialing ulang sebanyak satu kali yaitu pada awal Februari 2016.

Sebelum menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, pasien yang datang ke rumah sakit Citra Medika jumlahnya sedikit. Oleh karena itu, bermitra dengan BPJS Kesehatan merupakan bagian dari strategic market rumah sakit Citra Medika.

Terlebih karena lokasi dari rumah sakit ini yang berada di Kalimulya, Cilodong, daerah yang tergolong segmen penduduknya menengah ke bawah. Sejak menjadi provider BPJS Kesehatan, pasien yang datang ke rumah sakit Citra Medika mengalami peningkatan. Dari total pasien yang datang ke rumah sakit Citra Medika kini didominasi oleh pasien pengguna JKN (peserta BPJS Kesehatan) yakni mencapai 60 hingga 70 persen.

Ada yang unik dari sistem pelayanan kepada pasien di rumah sakit ini, yaitu diterapkannya bed management sistem. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi tingkat komplain pasien serta untuk meningkatkan pelayanan peserta BPJS Kesehatan pada khususnya dan seluruh pasien Citra Medika pada umumnya.

Bed management sistem ini telah dimulai sejak 2 Mei 2016. Meskipun tergolong masih baru diterapkan, namun bed management sistem ini terbukti efektif mengurangi masalah komplain pasien.

Direktur operasional rumah sakit Citra Medika, drg Ikha Cahya Mei Yunita yang biasa disapa drg. Yunita mengatakan dengan diberlakukannya bed management sistem, hampir tidak ada komplain dari pasien.

Sebelum adanya bed management sistem, banyak komplain dari pasien dari ranah ketersediaan tempat tidur. Menurutnya, tak sedikit dari pasien yang komplain ini masuk ke dalam ruang perawatan untuk mengecek ketersediaan kamar tersebut. Adalah suatu hal yang wajar mengingat pasien tentunya khawatir karena dari rumah sakit satu ke rumah sakit lain selalu dikatakan penuh. Dengan adanya bed management sistem, pasien BPJS Kesehatan kelas berapapun dapat melihat ketersediaan kamar dari layar monitor yang ada di pendaftaran di Rumah Sakit Citra Medika Depok.

Lebih lanjut drg. Yunita, mengatakan bahwa dalam sebuah institusi bisnis organisasi, mungkin diawal trial dan error kepesertaan menjadi provider BPJS Kesehatan, rugi adalah hal yag wajar. ‘’Tetapi tergantung bagaimana kita mengaturnya,’’ kata drg Yunita.

Dulu bahkan ia harus ke Kementerian Kesehatan bagian obat atau biasa disebut bina farmasi (binfar) untuk menyampaikan bahwa ia tidak pernah mendapatkan obat-obatan yang ada di e-katalog.

Namun sekarang semua sudah mulai lancar dibandingkan awal-awal ia harus bolak-balik untuk melakukan protes. Meskipun demikian ia yakin sebagai sebuah asuransi yang dinaungi oleh undang-undang, bermitra dengan BPJS Kesehatanakan jadi terobosan yang jauh lebih baik.

Ia hanya berharap kedepannya bisa lebih maju lagi. Pengelolaan JKN bisa labih baik dan lebih profesional lagi, sehingga kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia bisa lebih meningkat lagi. (ad)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tambahan Kasus Baru Covid-19 Indonesia Hari Ini Capai 4.168

Depokrayanews.com- Kasus covid-19 di Indonesia ternyata makin marah. Hari ini tambahan kasus sebanyak 4.168 dan ...