Inilah 11 Website yang Diblokir Pemerintah, Termasuk Punya Aa Gym

Sebarkan :

 
Pemerintah memblokir 11 website yang berbau SARA, termasuk website milik Aa Gym.

Pemerintah memblokir 11 website yang berbau SARA, termasuk website milik Aa Gym.

Depokrayanews.com- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir 11 laman yang diduga berbau SARA.

Dari daftar 11 website atau laman tersebut, salah satunya laman smstauhiid.com yang dikelola ulama Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.

Aa Gym kemudian memberikan keterangan mengenai pemblokiran itu melalui akun Facebook miliknya.

“Bismillah.

Mohon maaf. untuk sementara website www.smstauhiid.com tidak bisa diakses dari beberapa penyedia layanan internet. dikarenakan website smstauhiid.com di blokir oleh pemerintah melalui menkominfo.

Mohon doanya, agar website smstauhiid bisa segera aktif lagi seperti biasa. jazakumullah khoir.”

Akun Twitter @SMSTauhiid menulis, “Untuk sementara website https://t.co/0AzmJAXVPg tidak bisa diakses dari beberapa penyedia layanan internet. #KembalikanMediaIslam.”

“website https://t.co/n0Y94DWouB di blokir oleh pemerintah.  #KembalikanMediaIslam,” ujar @SMSTauhiid.

Berikut adalah 11 website atau laman yang diblokir Kemenkominfo.

1. emahirengmedia.com

2. portalpiyungan.com

3. suara-islam.com

4. smstauhiid.com

5. beritaislam24h.com

6. bersatupos.com

7. pos-metro.com

8. jurnalmuslim.com

9. media-nkri.net

10. lontaranews.com

11. nusanews.com

(ant


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mendagri: Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 Tidak akan Ditunda

Depokrayanews.com- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 tidak akan ditunda meski kasus Covid-19 terus meningkat. Tapi pemerintah akan mengatur penyelenggaraan pilkada lebih ...