by

Kawin Gantung

Oleh: Rudi Murodi
Pengusaha dan Seniman

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, cerita tentang politik di negri ini tak ubahnya dengan cerita asmara. Ada cemburu, ada curiga. Ada yang saling memuji, ada juga saling mencela. Semua tergantung keadaan dan kepentingan.

Ketika kita bicara tentang asmara, ada berbagai pertimbangan dalam menentukan pilihan hati yang akan kita jadikan pacar sebelum kita pastikan bahwa dia layak diajak duduk di kursi pelaminan.

Yang namanya pilihan pastilah ada lebih dari satu wanita yang kita goda, karena kalau cuma satu namanya pilihin bukan pilihan.

Tapi kebanyakan orang tua ingin anaknya memiliki jodoh sesuai keinginan nya, sehingga banyak juga yang naik ke pelaminan karena di jodohkan.

Seorang kiyai pasti mrnginginkan anaknya menikah dengan anak seorang kiyai juga,dengan alasan agama.

Seorang jenderal juga menginginkan anaknya berjodoh dengan anak seorang jendral juga dengan alasan garis keturunan.

Tapi banyak juga anak yang ingin menentukan pilihan hatinya sendiri, karena nanti merekalah yang akan merasakan bahagia atau tidak ketika mereka bersama.

Dalam cerita politik, upaya saling menjodohkan pasangan pastinya sering sekali terjadi, bahkan perjodohan tersebut seolah olah di paksakan karena mendahulukan kepentingan bukan perasaan.

Semua ya sah sah saja ketika yang dijodohkan mau menerimanya, karena dalam dunia politik targetnya bukan seiring sejalan tapi seiring dengan kepentingan.

Yang seiring belum tentu sejalan. Yang sejalan belum tentu juga bisa beriringan.

Yang lebih parah lagi, banyak yang sudah terlihat mesra, dan sudah saling cinta tapi belum juga bisa di pastikan kapan akan di nikahkan ?

Nah ini yang mungkin dalam cerita asmara sering di sebut dengan Kawin gantung.**

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *