Satpol PP Kesulitan Memberantas Wanita Pekerja Seks di Depok

Sebarkan :

 
Pemerintah Kota Depok kesulitan memberantas WPS di Depok.

Pemerintah Kota Depok kesulitan memberantas WPS di Depok.

Depokrayanews.com- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Nina Suzana mengatakan pihaknya kesulitan memberantas wanita pekerja seks komersial (WPS) di kota yang mengusung selogan Kota Religius itu.

Kenapa? Karena WPS itu beroperasi secara terselubung, bukan di tempat khusus semacam lokalisasi, seperti yang ada di kota lain.

“Jadi agak sulit bagi kita memberantasnya,” kata Nina Suzana kepada wartawan.

Menurut Nina, berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Kota Depok, jumlah WPS pada 2014 mencapai 1.033 orang. Angka tersebut terus bertambah tiap tahun, sebab para pekerja seks ini selalu melakukan kegiatannya tersembunyi.

“Mereka itu melakukannya selalu di wisma, kos-kosan, hotel. Parahnya lagi, kebanyakan yang kita tangkap berada di usia produktif,” kata Nina

Nina berharap Kota Depok bisa terbebas dari prostitusi atau PSK.

“Kita akan terus berupaya ke arah sana. Kita razia terus walaupun dengan razia, belum tentu membuat WPS ini jera,” kata Nina.

Menurut pantauan depokrayanews.com, selain di kos-kosan, kafe dan hotel, mereka ada juga nongkrong di warung-warung penjual rokok pinggir jalan sambil menunggu ada yang mengorder melalui telepon.

“Ya, tergantung kelasnya yang mana. Pinggir jalan ada, yang di kafe ada dan yang di hotel ada, gampang kok sebetulnya kalau Pemkot mau menertibkan,” kata Johny salah seorang pemuda di Kota Depok.

Dia menyebut di kawasan Grand Depok City (GDC) yang merupakan salah satu kawasan perkantoran milik pemerintah termasuk gedung DPRD, Kementerian Agama, Pengadilan Agama, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri, banyak sekali beroperasi wanita pekerja seks.

“Siang hari pun ada. Mereka berkumpul tidak jauh dari kantor Dinas Pemadam Kebakaran. Asal ada mobil bagus lewat, mereka selalu menggoda,” kata Johny.

Pada malam hari lebih parah lagi. Hampir sepanjang jalan GDC yang terkenal remang-remang itu banyak sekali, termasuk pasangan remaja.

Bahkan petugas kebersihan yang bertugas di kawasan itu sering sekali menemukan alat kontrasepsi berserakan di pinggir jalan.

Di jalur Jalan Raya Sawangan, setelah pukul 22.00 wib juga banyak ditemukan WPS. Bahkan ada yang naik motor berboncengan 3 orang sambil menyulut rokok.

“Itu biasanya ada yang mengantarkan ke lokasi yang mengorder,” kata Johny yang paham seluk beluk dunia malam di Kota Depok.

Lokasi lain, kata dia, jalan Raya Bogor, Bojongsari, Juanda dan beberapa ruas jalan lain. (ris)


Redaksi Depokrayanews.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : evand212@yahoo.com via wa/SMS : 0878-8351-8091.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pilkada Depok, Walikota Lawan Wakil Walikota yang Pecah Kongsi

Depokrayanews.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono dan Pradi Supriatna-Afifah Alia ...