by

Sepak Terjang NWP Retail Memborong Sejumlah Mall di Indonesia

Catatan: Despandri
Wartawan Senior dan Pemimpin Redaksi Depokrayanews.com

DEPOKRAYANEWS.COM- PT Nirvana Wastu Pratama (NWP Retail), perusahaan patungan antara Warburg Pincus dan PT City Retail Developments Tbk. (NIRO) menjadi buah bibir di Kota Depok, karena perusahaan itu baru saja mengakuisisi D Mall Depok (dulu Depok Mall) yang berlokasi di Jalan Raya Margonda Kota Depok.

Ini menjadi mall kedua NWP Retail di Kota Depok, setelah sebelumnya mereka membangun The Sawangan Park di kawasan Bojong Sari, Kecamatan Bojong Sari, di Jalan Raya Bogor.

Pada akhir tahun 2020 lalu, NWP Retail juga mengakuisisi dua mall milik Group Lippo yakni Pejaten Village dan Binjai Supermall senilai Rp 1 triliun lebih. Setidaknya, NWP Retail sudah memborong 5 mall milik Group Lippo.

NWP Retail adalah pengelola pusat perbelanjaan di Indonesia dan mengklaim menjadi salah satu pengembang pusat perbelanjaan terbesar dengan pertumbuhan tercepat. Warburg Pincus bertindak sebagai co-founder dan salah satu pemegang saham terbesar.

Didirikan bersama pada 2015 Warburg Pincus dan City Retail Developments, NWP Retail fokus pada pengembangan pusat perbelanjaan multi-tenant di kota-kota penting di Indonesia.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan NIRO bergerak dalam bidang pembangunan, jasa, perdagangan, perindustrian dan investasi. Saat ini, kegiatan usaha utama NIRO adalah melalui entitas anaknya, bergerak dalam bidang pembangunan, penyewaan, pengelolaan atas pusat perbelanjaan dan pengelolaan hotel.

Sejak didirikan, NWP Retail memiliki portofolio sebesar 33 proyek yang mencakup lebih dari 800.000 meter persegi gross floor area(GFA).

Pusat perbelanjaan yang dikelola antara lain Citiplaza Bogor, Citiplaza Kutabumi, Cirebon Super Block, Citimall Pangkalan Bun, Citimall Sampit, Citimall Kuala Kapuas, Citimall Ketapang, Citimall Cianjur, Citimall Sukabumi, Citimall Baturaja, Citimall Lahat, Citimall Prabumulih, The Park Sawangan, Citimall Gorontalo, Palu Grand Mall, Citimall Dumai, Citimall Cilegon, Pejaten Village, Binjai Supermall, Cimanggis Square Depok, Duta Plaza Bali, Central Plaza Lampung dan D Mall Depok.

Sedangkan hotel antara lain, Maqna Hotel Gorontalo, Sulawesi Utara; Swiss-bel Hotel Cirebon, Jawa Barat; Fave Hotel Prabumulih, Sumatera Selatan; dan Fave Hotel Ketapang, Kalimantan Barat.

PT City Retail Developments sudah mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode NIRO. Kenapa NIRO ? Karena perusahaan ini awalnya bernama PT Nirwana Development Tbk lalu pada 14 Mei 2018 mengubah menjadi PT City Retail Developments Tbk. Perusahaan ini didirikan pada 18 Desember 2003 dengan nama PT Adipura Artha Pratama dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 2009.

Sedangkan Warburg Pincus LLC adalah private equity yang berbasis di New York dengan cakupan investasi di AS, Eropa, Brazil, China, Asia Tenggara dan India. Perusahaan ini sudah beroperasi sejak 1966 sebagai private equity.

Situs resminya mencatat, perusahaan yang didirikan lebih dari 50 tahun yang lalu ini telah menginvestasikan lebih dari US$ 79 miliar di lebih dari 880 perusahaan dari 40 lebih negara di seluruh dunia. Dana investasi itu setara dengan Rp 1.122 triliun.

Sejarah perusahaan ini akarnya dari pendirian EM. Warburg & Co., pada tahun 1939. Perusahaan ini lalu diakuisisi oleh Lionel I. Pincus & Co. pada 1966 dan membentuk Warburg Pincus. John Vogelstein bergabung dengan Lionel Pincus dan bersama-sama mereka membantu membangun industri private equity.

Jika ditelusuri, portofolio investasi Warburg Pincus LLC di Indonesia ada dua yakni Gojek yang dimulai sejak 2016 dan NWP Retail sejak 2015.

Di akhir Desember 2019, NWP mengantongi dana segar senilai US$ 200 juta (Rp 2,8 triliun) dari Korean Teachers’ Credit Union (KTCU), The CITIC Securities One-Belt-One-Road (CSOBOR) Fund dan Warburg Pincus.

Penggalangan dana ini diklaim sebagai salah satu penggalangan dana oleh perusahaan real estate swasta terbesar di Indonesia.

Setelah sekian lama belum menyampaikan laporan tahunan, akhirnya PT City Retail Developments Tbk (NIRO) muncul ke publik dengan membukukan rugi Rp 58,91 miliar di tahun 2021. Kondisi ini terbalik dari laba bersih yang dicapai pada tahun 2020 senilai Rp 57,56 miliar.

Rugi dialami NIRO justru ketika pendapatan perseroan meningkat 38,44% mencapai Rp 732,65 miliar.

Sebagian besar pemasukan perseroan berasal dari penyewaan gerai dalam pusat perbelanjaan di bawah brand Citimall, mencapai Rp 353,66 miliar. Sedangkan kontribusi terbesar kedua dihasilkan dari jasa pemeliharaan sebesar Rp 174,14 miliar.

Sementara itu, pendapatan perhotelan NIRO mencapai total Rp 52,83 miliar. Kondisi ini membuat perseroan mencatatkan rugi per saham senilai Rp 2,65. Berbeda dari laba per saham pada tahun 2020 senilai Rp 2,59. Data ini dikutip dari laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi, BEI pada 23 Agustus 2022 lalu.

Dari sisi neraca per 31 Desember 2021, total aset NIRO mencapai Rp 11,69 triliun, atau lebih tinggi 10,20% dari akhir 2020 senilai Rp 10,60 triliun. Kewajiban pembayaran/liabilitas meningkat 30,97% mencapai Rp 5,26 triliun, sedangkan modal/ekuitas perseroan turun 2,46% menjadi Rp 6,42 triliun.

Di jajaran komisaris NWP Retail terdapat nama Pingki Elka Pangestu sebagai Komisaris Utama (independen).Pingki Elka Pangestu, adalah arsitek sekaligus perencana kota lulusan University of Sydney, Australia. Ia kembali turun gelanggang membidani kelahiran proyek-proyek kelas menengah. Kendati “hanya” menengah seperti pada Satu8 Residence yang mengadopsi konsep loft, ia tergolong “perintis” di genrenya.

Pria ini sudah menggeluti sektor properti selama lebih dari tiga dekade. Ia juga salah satu “aktor intelektual” lahirnya konsep kota mandiri BSD City bersama Ciputra, dan beberapa tokoh lainnya.

Sedangkan di jajaran direksi ada nama Soekarman Wiraatmadja Kusnadi, sebagai Direktur Utama. Pengusaha muda berusia 41 Tahun itu menempuh pendidikan terakhir di Oklahoma City University, Amerika Serikat, MBA jurusan keuangan, lulus tahun 1997. Karirnya melonjak setelah dipercaya menjadi Manajer Keuangan di PT Suba Indah Tbk pada Tahun 2003.

Soekarman juga menjadi Direktur pada PT Metaepsi Pejebe Power Generation dan menjadi Direktur/CFO di Group Sintesa.

Kemudian ada nama Timothy Joseph Daly, di jajaran direksi. Pria 55 tahun itu adalahwarga negara Amerika Serikat. Pendidikan terakhir di Indiana University, Bloomington, Indiana, jurusan Akuntansi, lulus tahun 1983.

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed