by

Pengobatan Flek Selama Enam Bulan Ditanggung BPJS Kesehatan

DEPOKRAYANEWS.COM – Lahirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah berhasil membantu banyak pihak baik Fasilitas Kesehatan (Faskes) sebagai mitra ataupun peserta JKN itu sendiri.

Akmal (22) contohnya, seorang mahasiswa semester tujuh pada salah satu universitas di Kota Depok ini. Ia mengaku beruntung sekali karena sejak kecil ia sudah memiliki jaminan kesehatan karena tertanggung oleh orang tuanya yang berprofesi sebagai seorang guru.

,Akmal bercerita kalau Waktu kecil dia pernah mengalami flek pada paru-paru yang diakibatkan karena sering menghisap asap rokok.

”Sehingga pada saat itu saya berobat ke Puskesmas Cipayung bersama ibu saya dan dianjurkan untuk melakukan pengobatan termasuk didalamnya meminum obat selama enam bulan berturut-turut dan tidak boleh terlewat sekalipun karena sifatnya berurut dan rutin. Itu semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan gratis tidak bayar apapun,” kata Akmal.

Saat menjalani pengobatan berurutan selama enam bulan itu, Akmal pernah terlewat satu kali dan harus melakukan pengobatan dari awal lagi. Akmal menderita batuk berdahak dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak sembuh-sembuh. Karena itu, orang tuanya memilih untuk melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi. Akhirnya diketahui ada cairan yang perlu di treatment sedemikian rutinnya agar bisa segera sembuh.

Ayah Akmal beberapa minggu yang lalu juga baru didiagnosa mengidap penyakit gula. ”Beliau melakukan pengobatan dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Alhamdulillah segala pengobatannya dijamin. Saya dan keluarga tentunya sudah merasakan segala manfaat dari adanya Program JKN ini. Kami sangat-sangat terbantu dan berharap semoga BPJS Kesehatan bisa terus menjalankan peran mulianya ini dengan baik, sehingga semakin banyak lagi yang merasakan manfaat dari program ini,” ujar Akmal.

Menurut Akmal, jika semakin banyak warga yang sadar akan pentingnya program ini maka program ini akan semakin sukses. Karena menurutnya keberlangsung program ini akan terus berjalan jika semua warga di Indonesia ikut bergotong royong sesuai dengan motonya dengang gotong royong semua dapat tertolong. ”Jadi siapapun bisa ikut berkontribusi baik kaya maupun miskin, tua maupun muda dan sakit maupun sehat,” kata Akmal. (HT/se)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed