by

Teguh ‘Ipoy’ Meninggal, Kota Depok Kehilangan Seorang Pelatih Basket Handal

Depokrayanews.com- Kota Depok kehilangan salah seorang pelatih basket handalnya setelah Teguh Wihanda Putra bin Rivai Djumhari meninggal pada Rabu 9 Juni 2021 pagi sekitar pukul 02.00 wib, di kediamannya, di Jalan Belimbing Raya, Pancoran Mas, Kota Depok, karena sakit.

Ipoy –biasa disapa, kelahiran 12 Januari 1976 itu sudah malang melintang melatih tim basket putra dan putri di Kota Depok termasuk mempersiapkan tim basket untuk berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), dan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Polwil).

Ipoy pernah menjadi pengurus Persatuan Bola Bakset Indonesia (Perbasi) Kota Depok di bidang pembinaan prestasi. Ipoy, juga menjadi pelatihan basket di sejumlah sekolah, seperti SMPN 2 Depok dan SMAN 5 Depok. Di mata anak didiknya, Ipoy adalah pelatih yang tegas dan sangat dekat dengan para pemain.

Ini terbukti dengan kehadiran hampir seratus pemain dan pelatih basket Kota Depok yang berkumpul di rumah duka, menyolatkan, kemudian mengantarkan jenazah Ipoy sampai ke liang lahat.

Bambang Sungkono mantan Ketua Perbasi Kota Depok merasa kehilangan dengan meninggalnya Ipoy. ”Ipoy itu orang baik, pelatih yang sangat dekat dengan pemain. Meskipun tegas dan terkesan keras dalam memompa semangat pemain, dia orang baik,” kata Bambang kepada depokrayanews.com usai shalat jenazah, Rabu 9 Juni 2021 siang.

Ketika Bambang menjadi Ketua Perbasi Kota Depok periode 2014-2017, Ipoy adalah sekretaris.

Jenazah Teguh ‘Ipoy’ Wihanda Putra, usai dishalatkan.

Menurut Bambang, Ipoy pernah dirawat di salah satu rumah sakit di Cawang, Alhamdulillah kemudian pulih. ”Ipoy baru menikah beberapa bulan lalu,” kata Bambang. Menjelang bulan ramadan lalu, Ipoy pernah mengeluhkan sakit paru-parunya kepada Bambang. Kini, Ipoy sudah pergi untuk selamanya, meninggalkan seorang istri.

Di luar lapangan basket, Ipoy dikenal sebagai sosok yang sangat humanis, gampang bergaul. Bahkan di Mushalla Siti Halimah di Jalan Belimbing Raya, Pancoran Mas, dekat rumahnya, Ipoy adalah salah seorang yang diberi kepercayaan untuk mengumandangkan azan, saat waktu shalat tiba.

”Ipoy itu salah seorang muadzin di mushalla sini, beliau sering azan, mengajak orang untuk menunaikan shalat,” kata salah seorang pengurus mushalla saat memberikan sambutan sebelum melepas jenazah menuju tempat pemakaman di Pitara. Selamat jalan Ipoy. Jasa mu akan selalu dikenang para pemain basket Kota Depok. (red)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed