by

UPTD Pasar Sukatani Sukses Membangun Sinergi dan Kebersamaan dengan Pedagang

DEPOKRAYANEWS.COM- Pasar Sukatani, Kota Depok tampil sebagai juara lomba Inovasi Pasar Rakyat Kota Depok Tahun 2022, menyisihkan 8 pasar rakyat lain yang ada di kota religius itu.

Penilaian dilakukan secara profesional dengan melibatkan tim juri dari berbagai perangkat daerah. Dalam mekanismenya, penilaian terbagi menjadi dua yaitu administrasi 70 persen dan 30 persen dilihat dari presentasi paguyuban pedagang.

Setiap paguyuban pasar memaparkan empat aspek yang masuk dalam kategori penilaian yakni aspek administrasi, sinergisitas, digitalisasi, dan inovasi.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Didagin) Kota Depok, Zamrowi Hasan, lomba Inovasi Pasar Rakyat bertujuan untuk memperkuat sinergisitas dan menciptakan inovasi antara Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar dengan Paguyubannya. Pasalnya, kedua elemen ini memiliki peran penting dalam memajukan sebuah pasar

Apa yang menyebabkan Pasar Sukatani tampil sebagai pemenang? Kepala UPTD Pasar Sukatani, Hidayat menyebut kuncinya adalah bagaimana membangun komunikasi dan kebersamaan antara UPTD sebagai unit pengelola pasar dengan paguyuban. Anggota paguyuban itu adalah pedagang pasar yang berjualan di dalam pasar itu.

Jumlah kios dan los yang ada di Pasar Sukatani sebanyak 218, di mana 108 diantaranya adalah los. Artinya, jumlah pedagang yang ada di Pasar Sukatara ada 218 orang. Tidak banyak memang dibanding Pasar Cisalak. Di Kota Depok saat ini sudah ada 3 pasar Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni Pasar Sukatani, Pasar Cisalak dan Pasar Tugu.

Sertifikasi SNI 8152:2021 ketiga pasar rakyat itu diterima dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan Lembaga Sertifikasi produk (IGS)

SNI 8152:2021 adalah pedoman dalam membangun, mengelola dan memberdayakan komunitas pasar rakyat yang meliputi persyaratan umum yaitu dokumen legalitas dan persyaratan kebersihan serta kesehatan. Lalu, pemantauan mutu dan keamanan komoditas pasar, serta perbaikan pengelolaan berkelanjutan.

Persyaratan teknis yang harus dipenuhi paling tidak ada 44 indikator sesuai tipe pasar, yakni zonasi pasar, persyaratan disabilitas, prosedur keselamatan dari bencana selain kebakaran, dan persyaratan digitalisasi pasar.

Selanjutnya, persyaratan pengelolaan terdiri dari empat Standarisasi Operasional Prosedur (SOP), yaitu manajemen pengelolaan dan pengembangan SDM, pengelolaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana.

Kemampuan menerjemahkan dan memenuhi persyaratan untuk mendaparkan SNI itu, kata Hidayat, menjadi salah satu faktor utama Pasar Sukatani tampil menjadi juara lomba Inovasi Pasar Rakyat. ”Kami membangun komunikasi dan sinergi dengan pagayuban yang notabene adalah pedagang yang berjualan di Pasar Sukatani,” kata Hidayat kepada depokrayanews.com, Selasa 14 Juni 2022.

Membangun komunikasi dan sinergi itu, kata dia, tidak mudah karena latar belakang pendidikan dan kemampuan pedagang berbeda-beda. ”Butuh kesabaran dan keikhlasan UPTD sebagai pelayan pedagang,” kata Hidayat. ”Kami berharap dengan memberikan pelayanan terbaik kepada pedagang, maka pedagang pun memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga masyarakat merasa nyaman berbelanja. Dengan demikian, pasar akan tetap ramai,” kata mantan lurah itu.

Kemudian UPTD sebagai pengelola pasar bersama-sama dengan pedagang menjaga dan membersihkan lingkungan pasar sehingga selalu bersih dan tertata rapi. ”Setiap hari Selasa dan Jumat, kami melakukan gotong royong bersama,” kata dia. Hidayat mengakui tidak semua pedagang terlibat dalam aksi gotong royong, karena mereka juga harus memberikan pelayanan kepada pembeli. Tidak heran kalau Pasar Sukatani tampak paling bersih dibanding pasar rakyat lain di Kota Depok. (red)

1

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *